logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Keanekaragaman Budaya Sebagai Penyebab Konflik & Aset Nasional









BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Potensi timbulnya konflik akibat keberagaman budaya sangat mungkin terjadi dan ini akan bisa menimbulkan perpecahan bangsa atau disintregasi bangsa. Untuk menyatukan adanya perbedaan – perbedaan harus ada alat kesatuan bangsa. Selain lambang negara burung Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bendera Merah Putih juga merupakan alat pemersatu bangsa. Setia pada Pancasila dan Bendera Merah Putih dapat menghilangkan adanya perbedaan – perbedaan yang ada karena kita adalah satu bangsa, yaitu Indonesia.
Dalam prakteknya kehidupan bernegara dan bermasyarakat, konflik akibat adanya perbedaan bisa saja terjadi dalam masyarakat yang seba multikultural jika perbedaan itu tidak dilandasi dengan saling menghormati dan menghargai, Serta masing – masing menuruti egonya. Masih bisa kita ingat peristiwa Sambas, peristiwa Ambon, peristiwa Makassar, peristiwa Papua, dan sebagainya. Secara umum masalah – masalah yang bisa timbul akibat keberagaman budaya adalah Primordialisme, konflik dan Integrasi Bangsa, Integrasi Nasional, dan Stereotif Etnis (suku bangsa).
Apabila konflik sosial merupakan hasil proses sosial yang bersifat negatif, maka integrasi sosial dan nasional dapat diartikan sebagai proses sosial yang positif, yaitu suatu proses bersatunya unsur – unsur sosial budaya yang berbeda untuk mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat. Bila ditinjau dari asal katanya, integrasi berasal dari kata latin integral artinya memberi tempat dalam suatu keseluruhan. Dari kata kerja integritas artinya keutuhan atau kebulatan.
Jadi integrasi diperlukan karena adanya unsur – unsur yang berbeda, sedang tujuan yang hendak dicapai adalah keserasian fungsi agar terhindar dari perpecahan / percekcokan / permusuhan untuk mencapai perdamaian. Integrasi sosial / nasional dibutuhkan dalam kehidupan suatu bangsa / negara di Indonesia karena tercapainya perbedaan – perbedaan dalam negara Indonesia yang tercermin dalam Bhinneka (Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia) tetapi tunggal ika (terwujudnya kesatuan).

B.   Tujuan
            Dengan adanya makalah ini mudah mudahan pembaca dapat menambah wawasan tentang materi pemecahan masalah akibat keberagaman budaya. 

C.   Rumusan Masalah
1.      Apa saja keberagaman budaya dan apa saja pemecahannya?
2.      Pentingkah Integrasi Nasional?
3.      Bagaimana peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselarasan antar budaya?


BAB II
PEMBAHASAN

A.   Keberagaman Budaya dan Pemecahannya

Dalam praktek kehidupan bernegara dan bermasyarakat, konflik akibat adanya perbedaan bisa saja terjadi dalam masyarakat yang serba multikultur jika perbedaan itu tidak dilandasi dengan saling menghormati dan menghargai, serta masing-masing menuruti egonya. Masih bisa kita ingat peristiwa sambas, peristiwa Ambon, peristiwa Makassar, peristiwa Papua, dan sebagainya. Secara umum masalah-masalah yang bisa timbul akibat keberagaman budaya di antaranya adalah sebagai berikut :

1.  Primordialisme
Primordialisme adalah ikatan kekerabatan (darah dan keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa dan adat-istiadat. Sifat ikatan primordial ditandai dengan sentimen kedaerahan, kesukuan, keagamaan dan hal-hal lain yang bersifat inklusif. Sifat primordialisme yang sempit dan berlebihan merupakan sikap yang menghambat terhadap proses integrasi bangsa dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia .
Misalnya orang sunda akan memiliki ikatan kuat terhadap daerah dan kebudayaannya. Orang islam akan memiliki ikatan yang kuat terhadap islamnya, demikian juga dengan agama atau suku bangsa lainnya akan memiliki ikatan-ikatan itu. Jika ikatan itu berlebihan dan sempit, misalnya memandang bahwa suku bangsanya paling baik, paling dihargai, paling dihormati, paling berhak atau menganggap rendah terhadap suku bangsa yang lain, maka inilah yang dinamakan primordialisme.

2.    Konflik dan Integrasi Bangsa
Keberagaman budaya masyarakat Indonesia ini dapat menjadi potensi konflik besar yang dapat menghancurkan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Perbedaan aspirasi dalam suatu suku bangsa dalam masyarakat adalah pihak memaksakan kehendak, menginginkan aspirasinya yang harus diutamakan terlebih dahulu, bila masing-masing pihak tidak bisa kompromi, maka yang akan terjadi adalah konflik, pertikaian, dan pengecahan diantara mereka.
Contoh beberapa kali konflik yang terjadi akibat dari pertentangan antara suku bangsa dan perbedaan ideologi, diantaranya yaitu pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS); pemberontakan di Aceh; pemberontakan yang dilakukan GPK Papua; pertikaian antara suku bangsa Madura suku bangsa Dayak; kerusuhan di Poso dan Ambon, dan sebagainya.

3.    Integrasi Nasional
Integrasi nasional adalah penyatuan seluruh wilayah, masyarakat, dan bangsa indonesia menjadi kesatuan yang buat dan utuh. Ini yang harus tetap dijaga oleh bangsa indonesia di tengah keberagaman budaya masyarakatnya.

Keragaman Budaya sebagai Aset Perekonomian Bangsa

Keragaman budaya sebagai aset perekonomian bangsa perlu tetap kita lestarikan. Perhatikan hasil budaya di daerahmu! Bagaimana hasil budaya tersebut mempengaruhi perekonomian daerah? Manusia setiap waktu melakukan kegiatan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan yang dilakukan manusia tersebut bergantung pada tujuan masing-masing. Kegiatan itu akan terus dilakukan karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat untuk memenuhi kebutuhan terbatas.

Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya disebut kegiatan ekonomi atau tindakan ekonomi. Kegiatan ekonomi sehari-hari terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi (Silahkan dalami di artikel ini). Produksi dilakukan oleh produsen sebagai upaya menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen kepada konsumen. Konsumen sebagai pengguna barang hasil produksi. Ketiga pelaku kegiatan ekonomi, yaitu konsumen, produsen, dan distributor memiliki kebergantungan satu sama lain.

Parawisata adalah salah satu kegiatan ekonomi yang bersumber dari pengembangan potensi keragaman budaya Indonesia. Potensi keragaman dan keunikan budaya Indonesia dari sejak dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Beberapa daerah di Indonesia seperti Bali, Lombok, Maluku, Sulawesi, dan Papua menyuguhkan pengalaman wisata yang sulit dilupakan oleh wisatawan. Bahkan, objek wisata yang terdapat di daerah-daerah tersebut menjadi tujuan wisata dari wisatawan mancanegara. Tercatat ribuan wisatawan asing mengunjungi Indonesia setiap tahunnya. Hal ini tentu mendatangkan devisa negara dalam jumlah besar, sehingga kegiatan pariwisata menjadi kegiatan ekonomi andalan nasional.


Pariwisata merupakan kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki daya tarik tertentu (objek wisata) untuk berekreasi, memperdalam ilmu pengetahuan, atau melakukan pekerjaan. Tempat-tempat tujuan wisata dapat dibedakan seperti berikut.
1.         Objek wisata alam, contohnya kebun binatang, taman nasional, pantai, danau, air terjun, dan pegunungan.
2.         Objek wisata rekreasi, contohnya kolam renang, pemancingan ikan, dan taman rekreasi.
3.         Objek wisata budaya, contohnya museum, candi, keraton, rumah adat, masjid kuno, benteng kuno atau bangunan-bangunan bersejarah lainnya.

Perkembangan pariwisata yang pesat di Indonesia memacu munculnya gagasan-gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi. Apa yang dimaksud dengan gagasan-gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi? Gagasan-gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi adalah usaha individu atau kelompok untuk bisa mencapai kemandirian dan kesejahteraan. Usaha mencapai kemandirian dapat dilakukan dengan kegiatan kewirausahaan. Caranya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan memodifikasinya menjadi lebih berguna dan bermanfaat.

Apa saja contoh gagasan keratif ekonomi pada bidang pariwisata? Banyak gagasan kreatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat seperti membuka usaha penginapan, rumah makan, toko suvenir, biro perjalanan, toko-dan cendera mata, serta usaha-usaha kreatif lainnya.



BAB III
PENUTUP


Berdasarkan pelajaran yang telah diberikan oleh Bapak / Ibu Guru, buku-buku dan artikel yang kami dapat baca dan interpretasi, kami dapat mengambil pelajaran sekaligus pengalaman baru mengenai keberagaman budaya.
            Dalam penulisan makalah mengenai “Pemecahan Masalah Akibat Keberagaman Budaya” ini, kami mendapatkan beberapa hal, yaitu:


KESIMPULAN
            Dari penyusunan makalah ini kami menyimpulkan bahwa ada berbagai macam kebudayaan dan bagaimana pentingnya membangun integrasi nasional dan akhirnya semua itu membutuhkan peran masyarakat dan juga pemerintah untuk memecahkan masalah terhadap keberagaman budaya. Dan juga kenakaragaman Budaya juga merupakan sebuah aset bangsa yang dapat bermanfaat jika dijaga dan dihormati.


DAFTAR PUSTAKA 
UUD Negara RI 1945.


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF

Related Post:

Next
ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
Previous
This is the oldest page

1 komentar:

Maaf link hidup tidak akan tampil di sini!

Balas

Copyright © 2013. ISBD - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger